Selasa, 11 November 2014

CAHAYA BULAN

Judul: Cahaya Bulan 
Oleh : Nurhidayah Bms

"Jangan terlalu sibuk menghitung bintang, jika akhirnya bulan terabaikan. 
Jangan terlalu sibuk menikmati cahaya bintang, jika cahaya bulan lebih menenangkan."

Kata-kata itu menari hebat di kepala Hasan. Baru saja kakaknya mengirim kalimat tersebut melalui pesan singkat. Hasan terdiam, tubuhnya gemetar. Lima kali ia baca pesan itu. Tak lama kemudian tangannya mengetik huruf demi huruf.
"Apakah yang kakak maksud?"
Pesan terkirim.

Lima menit kemudian, sebuah balasan mendarat di kotak masuknya.

"Jangan terlalu sibuk mewujudkan angan, jika akhirnya orang tua terabaikan.
Jangan terlalu sibuk menikmati kasih sayang dari orang-orang, jika ternyata kasih sayang ayah dan ibu lebih menjanjikan. Bisakah kau hitung sudah berapa kali ibu memintamu pulang. Disini ibu selalu menunggu, namun kau belum juga datang. Delapan tahun sudah, apa kau lupa jalan pulang?
Pulanglah Hasan. Ibu merindukanmu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar