Wahai hati ...
Menangislah karena dinding kokoh dosamu yang tak mampu kau runtuhkan
Bersedihlah melihat kepingan imanmu berserakan
Wahai hati ...
Menangislah atas nikmat-Nya yang kau dusta
Nikmat yang terasa walau sering kau cela
Wahai hati ...
Teruslah menangis pada maksiat yang belum bisa kau tinggalkan.
Pada niat-niat salah yang tak terelakan
Mengibalah wahai hati ...
Iba pada diri yang jauh dari Sang Pencipta
Iba pada hati yang masih penuh dusta. Juga dosa yang tidak ataupun sengaja
Menangislah.. Atas luka di hati ayah dan bunda
Menangislah.. Atas kecewa mereka yang kau cipta
Menangislah.. Menangislah dalam taubat nasuha
Dan berjanjilah ...
Tidak akan mengulanginya
Semoga Allah mengampuni dosa yang sudah semesta
Menjaga diri agar tetap di jalan-Nya
Menangislah karena dinding kokoh dosamu yang tak mampu kau runtuhkan
Bersedihlah melihat kepingan imanmu berserakan
Wahai hati ...
Menangislah atas nikmat-Nya yang kau dusta
Nikmat yang terasa walau sering kau cela
Wahai hati ...
Teruslah menangis pada maksiat yang belum bisa kau tinggalkan.
Pada niat-niat salah yang tak terelakan
Mengibalah wahai hati ...
Iba pada diri yang jauh dari Sang Pencipta
Iba pada hati yang masih penuh dusta. Juga dosa yang tidak ataupun sengaja
Menangislah.. Atas luka di hati ayah dan bunda
Menangislah.. Atas kecewa mereka yang kau cipta
Menangislah.. Menangislah dalam taubat nasuha
Dan berjanjilah ...
Tidak akan mengulanginya
Semoga Allah mengampuni dosa yang sudah semesta
Menjaga diri agar tetap di jalan-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar