Sabtu, 29 November 2014

RAPUH PART 1

‪#‎Rapuh‬1 “Rapuh yang aku tahu adalah sesuatu yang tak lagi kuat dan utuh. Entah apapun itu …,” ujarku pelan. Lelaki ini tak juga mau mengalihkan pandangannya dariku. Hari ini ia sudah tiga kali menemuiku, seraya mengantarkan berbagai dokumen yang harus kuperiksa. “Lalu bagaimana dengan diriku?” “Apanya yang bagaimana?” tanyaku bingung. Ia terdiam. Aku masih acuh, masih tak memperdulikannya. Bukan, bukan bermaskud untuk tidak menghargainya, tapi ini sudah yang kesekian kalinya ia berbicara tentang rapuh. Anehnya lagi, ia terus bertanya bagaimana menghilangkan kerapuhan dari hatinya. “Mengapa bertanya denganku …?” sambungku lagi. “Tidak bisakah kau rasa bahwa sebab rapuhku adalah dirimu …,” ucapnya sembari pergi meninggalkanku. Aku terhenyak. Berpikir. Kalimat terakhirnya berhasil memaksa jutaan sel otak untuk mencari jawab. “Aku! Kenapa aku?” Bukankah sebab rapuh karena ada sesuatu yang tak lagi kuat dan utuh. Lalu bagaimana mungkin aku menjadi penyebabnya? Sementara aku dan dia bukanlah satu kesatuan. https://mbasic.facebook.com/groups/488655531196343?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C1477344097

Tidak ada komentar:

Posting Komentar